SELAMAT DATANG DI SITUS PASOPATI NEWS Online
KELUARGA BESAR MEDIA PASOPATI DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT PASOPATI MENGUCAPKAN SELAMAT IDUL FITRI MOHON MA’AF LAHIR DAN BATIN

Rabu, 13 Juli 2011

Walikota Kediri Tidak Merestui Perpeloncoan dalam MOS

. Rabu, 13 Juli 2011

Kediri,Pasopati – Walikota Kediri Samsul Ashar melarang adanya praktik perpeloncoan dalam pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (BOS) di setiap jenjang pendidikan baik SMP, maupun SMA yang ada di Kota Kediri. Pelaksanaan MOS diharapkan sebagai proses pembinaan mental para siswa baru, demikian kutip koranmontera.com, senin 11/7/2011.

" Budaya perploncoan hanya berdampak negatif kepada para siswa. Jadi, saya ingatkan bahwa setiap sekolah yang menggelar MOS agar tidak melakukan perpeloncoan," tegas Samsul Ashar, Senin (11/7/2011)


Orang nomor satu di Kota Tahu itu meminta kepada seluruh sekolah agar menghapus segala bentuk kekerasan. Kata Samsul, pembiaan mental lebih penting daripada perpeloncoan, guna menumbuhkan militansi kebangsaan, dan membangkitkan kegigihan untuk menghadapi masa depan

Sementara itu, pembukaan MOS di Kota Kediri sendiri ditandai dengan upacara bendera yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kediri. Pada upacara tersebut, sejumlah peserta pingsan karena terlalu lama menunggu kehadiran Walikota Kediri sebagai inspektur upacara

Terpisah, Ketua Dewan pendidikan Kota Kediri Athrub mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi pelaksanaan MOS di sejumlah sekolah

Pihaknya berharap dalam MOS tahun ini, sudah tidak ada lagi ajang balas dendam para senior. Bila dalam pelaksanaan MOS ditemukan bentuk kekerasan, maka pihaknya akan siap memberi teguran secara lisan maupun tertulis.(*)

Read More »»

Selasa, 12 Juli 2011

Jalur Kunjang – Plemahan Penuh Lubang, Pohon Pisangpun Ditengah Jalan.

. Selasa, 12 Juli 2011

Kediri, Pasopati – Jalan yang menghubungkan dua kecamatan Kediri bagian utara yaitu Plemahan dan Kunjang sudah dua tahun ini dipenuhi lubang, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab. Kediri kenapa ruas jalan tersebut tidak segera diperbaiki. Seperti diungkapkan Nurcahyono dari LSM Aspira, dalam dua tahun ini ruas jalan tersebut dalam dua tahun terakhir telah banyak menelan korban jiwa, “Kalau tidak bertabrakan karena menghindari lubang, terkadang juga jatuh karena terperosok kedalam lubang yang bertebaran disepanjang jalan, “ jelas Nurcahyono.
Salah satu pendiri LSM Aspira tersebut sangat menyayangkan sikap Pemkab. Kediri yang terkesan mendiamkan kondisi jalan tersebut, menurutnya kondisi terparah pada ruas jalan perbatasan antara desa Plemahan Kecamatan Plemahan dan desa Kapi Kecamatan Kunjang.  Di ruas jalan sepanjang 3 kilometer  dekat pabrik kondisinya sangat parah, bahkan pada tahun lalu warga sekitar sempat melakukan protes dengan menanami pohon pisang ditengah jalan.
Warga sudah putus asa karena keluhannya seakan disepikan oleh pihak Pemkab. Kediri, “Ya wujud pelampiasan dari keputus asaan tersebut maka warga menanami ruas jalan tersebut dengan pohon pisang, bahkan hal itu hingga sekarang masih dilakukan” ungkap Nurcahyono.
Masih menurut Nurcahyono, kondisi jalan tersebut pada tahun lalu pernah dikonsultasikan dengan Kepala Kimpraswil Kabupaten Kediri DH. Winarna untuk mencari solusi yang terbaik karena disepanjang ruas jalan tersebut sering terjadi kecelakaan, “Namun karena alasan belum ada anggaran untuk memperbaiki ruas jalan tersebut, maka sampai sekarang jalan tersebut dibiarkan begitu saja”, jelasnya.
Sementara itu Kepala Kimpraswil Kabupaten Kediri DH. Winarna dihubungi via handphone oleh Pasopati untuk dimintai keterangan terkait permasalahan rusaknya ruas jalan yang menghubungkan daerah diwilayah kecamatan Plemahan – Kunjang tersebut Hp-nya tidak aktif. (isa)

Read More »»

Warta Pasopati News Sebelumnya

  © PASOPATI Online ...Berita Informatif.Dan . Akuntabel

Ke : HALAMAN UTAMA